There are no advertisements in the Jakarta yet

Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta Muslihan Aulia Haris menyatakan Keberatan terkait Pemberhentian Laporan Kepolisian nya di dalam proses Penyelidikan yang di lakukan oleh oknum penyidik Unit 5 Subdit III Sumdaling Ditresskrimsus Polda Metro Jaya yg terlihat Janggal di duga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik Polri


Jakarta, Memperingati HUT Bayangkara ke 76, Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta Muslihan Aulia Haris, SH menyatakan keberatan terkait Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian Nomor LP/6755/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal 13 November 2020 yang dilakukan oleh Oknum Penyidik Unit 5 Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya


Muslihan Aulia Haris berpendapat Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian tersebut terlihat janggal yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik Polri, terlebih di tengah Trending nya Hashtag #PercumaLaporPolisi di Media Sosial yang sampai menempati posisi teratas di indonesia, dan turun nya tingkat kepercayaan Masyarakat terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia, bahkan sampai adanya slogan "Kasih data jadi perdata, kasih Dana baru bisa jadi Pidana ”


Kejanggalan Pemberhentian Penyelidikan tersebut diantaranya sebagai berikut :


1. Penyidik belum melakukan Pemeriksaan kepada Terlapor Utama dengan alasan Kesehatan nya, padahal Pelapor mempunyai bukti bahwa Terlapor Utama tersebut bisa Bepergian menghadiri Kegiatan-kegiatan bahkan keluar Negeri,


2. Penyidik melakukan Pemberhentian Penyelidikan hanya berdasarkan Pendapat Ahli Perburuhan dari Universitas Indonesia semata,


Padahal Sebagaimana ketentuan Pasal 3 Huruf a point (6) Surat Edaran Nomor. /7/VII/2018 Tentang Penghentian Penyelidikan menyatakan bahwa Pendapat ahli tersebut (jika di perlukan);


menurut Pelapor Persfektik seorang Ahli tersebut belum di perlukan dalam perkara dimaksud, karena Pelapor sudah cukup memenuhi dan menyampaikan 2 alat bukti tersebut yaitu Berupa: Keterangan Saksi Korban (Pelapor), surat-surat, keterangan Saksi-saksi (dari Pelapor), petunjuk,


sebagaimana Pasal 25 Ayat (1) dan (2) Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana, bahwa Penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit 2 alat Bukti yang di dukung barang bukti, sesuai Pasal 1 Angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 UU No. 8 Tahun 1981 dan sesuai Pasal 184 Ayat (1) KUHAP, dan sesuai kutipan amar putusan MK No. 21/PUU-XII/2014 Tanggal 28 April 2015,


Terlebih Keterangan ahli bukan lah satu-satu nya yang dapat berdiri sendiri yang dapat menentukan perkara tersebut merupakan Tindak Pidana atau bukan, melainkan harus saling berkaitan dengan alat bukti lain nya,


selain itu Muslihan Aulia Haris selaku Pelapor berpendapat bahwa Persfektif Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut adalah keliru karena tidak berdasarkan Pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, tidak berdasarkan pada teori ataupun dasar hukum yang menjadi rujukan nya, di duga adanya penggiringan Ahli perburuhan, karena Pelapor dengan sangat mudah bisa membantah dan membuktikan dalil-dalil maupun bukti-bukti untuk membantah pendapat Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut,


selain itu Pelapor tidak mengetahui Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia yang dimaksud tersebut, Siapa Ahli Perburuhan yang dimaksud? darimana dan kapan gelar Ahli tersebut didapat? siapa yang memberikan Gelar Ahli tersebut? apa saja yang bisa menunjukan keahlian orang yang dianggap Ahli tersebut? apakah ada karya ilmiah atau buku-buku yang sudah diterbitkan oleh Ahli tersebut sebagai Rujukan? Buku apa, rujukan atau teori darimana, karangan siapa, halaman berapa yang dipakai oleh Ahli tersebut? karena seorang Ahli tidak boleh menggunakan teori baru, apalagi mengeluarkan Pendapat hanya sesaat tergantung kebutuhan, tergantung siapa yang meminta dan siapa yang membayar, Kapan dan dimana Penyidik melakukan Pemeriksaan kepada Ahli Perburuhan tersebut? dan apa saja Format dari Pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik kepada Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut? (tidak Transparan atau Samar),


3.Proses Penyelidikan tersebut berjalan sangat lambat lebih dari 120 Hari dan tidak Transparan karena beberapa kali Pelapor tidak menerima SP2HP yang seharus nya diterima secara berkala paling sedikit 1 kali setiap bulan, baik diminta ataupun tidak diminta, sehingga mengharuskan Pelapor menyampaikan Surat keberatan kepada Direktorat Kriminal Khusus maupun ke Kapolda Metro Jaya, Penyidik beberapa kali menyampaikan keberatan akan surat tersebut dan menyampaikan akan melakukan SP3 Perkara di maksud, dan menyarankan agar Pelapor mau menerima Uang Damai (Pelapor menduga merupakan Upaya Suap) dari Terlapor sebesar 163.934.444, tetapi Pelapor menolak nya,


Dari Uraian Muslihan Aulia Haris S.H selaku Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta dan sekaligus selaku Pelapor berharap agar Instansi-Instansi yang berwenang dapat melakukan Investigasi kepada Para Oknum Penyidik yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik Polri karena telah menghentikan Proses Penyelidikan Perkara dimaksud dengan Janggal dan berharap agar Proses Penyelidikan tersebut bisa di tingkatkan ke Penyidikan dan bisa di serahkan ke kejaksaan, agar Slogan Tagar #PercumaLaporPolisi“ ataupun Slogan *_“Kasih Data jadi Perdata, Kasih Dana Baru bisa jadi Pidana”,Ataupun Sindiran "Ganti Polisi dengan Satpam BCA", bisa hilang di tengah Masyarakat, sehingga mengembalikan kepercayaan Masyarakat Pada Institusi Kepolisian Republik Indonesia, Selamat memperingati HUT Bayangkara RI Ke 76

Show more
0
6
https://avalanches.com/id/jakarta_jakarta_memperingati_hut_bayangkara_ke_76_kepala_divisi_hukum_serika2822042_04_07_2022

Laporan Kepolisian di hentikan Secara Janggal Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta lapor ke Propam Polda Metro Jaya

Jakarta, Memperingati HUT Bayangkara ke 76, Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta Muslihan Aulia Haris, SH membuat Pengaduan ke Bidang Pofesi Pengamanan Polda Metro Jaya (Bid Propam Polda Metro Jaya) terkait keberatan Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian Nomor LP/6755/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal 13 November 2020 yang dilakukan oleh Oknum Penyidik Unit 5 Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya


Selain itu Muslihan Aulia Haris, SH juga sudah membuat Pengaduan ke Kompolnas, Ke Ombudsman Republik Indonesia, Ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ke Kapolri, Ke Kapolda, Kementerian Hukum dan HAM dan lain sebagainya,

Hal tersebut dilakukan karena Muslihan Aulia Haris berpendapat Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian tersebut terlihat janggal yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik, terlebih di tengah Trending nya Hashtag #PercumaLaporPolisi di Media Sosial yang sampai menempati posisi teratas di indonesia, dan turun nya tingkat kepercayaan Masyarakat terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia, bahkan sampai adanya slogan “Kasih data jadi perdata, kasih Dana baru bisa jadi Pidana”,


Kejanggalan Pemberhentian Penyelidikan tersebut diantaranya sebagai berikut :

1.Penyidik belum melakukan Pemeriksaan kepada Terlapor Utama dengan alasan Kesehatan nya, padahal Pelapor mempunyai bukti bahwa Terlapor Utama tersebut bisa Bepergian menghadiri Kegiatan-kegiatan bahkan keluar Negeri,


2.Penyidik melakukan Pemberhentian Penyelidikan hanya berdasarkan Pendapat Ahli Perburuhan dari Universitas Indonesia semata,


Padahal Sebagaimana ketentuan Pasal 3 Huruf a point (6) Surat Edaran Nomor. /7/VII/2018 Tentang Penghentian Penyelidikan menyatakan bahwa Pendapat ahli tersebut (jika di perlukan);


menurut Pelapor Persfektik seorang Ahli tersebut belum di perlukan dalam perkara dimaksud, karena Pelapor sudah cukup memenuhi dan menyampaikan 2 alat bukti tersebut yaitu Berupa: Keterangan Saksi Korban (Pelapor), surat-surat, keterangan Saksi-saksi (dari Pelapor), petunjuk,


sebagaimana Pasal 25 Ayat (1) dan (2) Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana, bahwa Penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit 2 alat Bukti yang di dukung barang bukti, sesuai Pasal 1 Angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 UU No. 8 Tahun 1981 dan sesuai Pasal 184 Ayat (1) KUHAP, dan sesuai kutipan amar putusan MK No. 21/PUU-XII/2014 Tanggal 28 April 2015,


Terlebih Keterangan ahli bukan lah satu-satu nya yang dapat berdiri sendiri yang dapat menentukan perkara tersebut merupakan Tindak Pidana atau bukan, melainkan harus saling berkaitan dengan alat bukti lain nya,


selain itu Muslihan Aulia Haris selaku Pelapor berpendapat bahwa Persfektif Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut adalah keliru karena tidak berdasarkan Pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, tidak berdasarkan pada teori ataupun dasar hukum yang menjadi rujukan nya, di duga adanya penggiringan Ahli perburuhan, karena Pelapor dengan sangat mudah bisa membantah dan membuktikan dalil-dalil maupun bukti-bukti untuk membantah pendapat Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut,


selain itu Pelapor tidak mengetahui Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia yang dimaksud tersebut, Siapa Ahli Perburuhan yang dimaksud? darimana dan kapan gelar Ahli tersebut didapat? siapa yang memberikan Gelar Ahli tersebut? apa saja yang bisa menunjukan keahlian orang yang dianggap Ahli tersebut? apakah ada karya ilmiah atau buku-buku yang sudah diterbitkan oleh Ahli tersebut sebagai Rujukan? Buku apa, rujukan atau teori darimana, karangan siapa, halaman berapa yang dipakai oleh Ahli tersebut? karena seorang Ahli tidak boleh menggunakan teori baru, apalagi mengeluarkan Pendapat hanya sesaat tergantung kebutuhan, tergantung siapa yang meminta dan siapa yang membayar, Kapan dan dimana Penyidik melakukan Pemeriksaan kepada Ahli Perburuhan tersebut? dan apa saja Format dari Pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik kepada Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut? (tidak Transparan atau Samar),


3.Proses Penyelidikan tersebut berjalan sangat lambat lebih dari 120 Hari dan tidak Transparan karena beberapa kali Pelapor tidak menerima SP2HP yang seharus nya diterima secara berkala paling sedikit 1 kali setiap bulan, baik diminta ataupun tidak diminta, sehingga mengharuskan Pelapor menyampaikan Surat keberatan kepada Direktorat Kriminal Khusus maupun ke Kapolda Metro Jaya, Penyidik beberapa kali menyampaikan keberatan akan surat tersebut dan menyampaikan akan melakukan SP3 Perkara di maksud, dan menyarankan agar Pelapor mau menerima Uang Damai (Pelapor menduga merupakan Upaya Suap) dari Terlapor sebesar 163.934.444, tetapi Pelapor menolak nya,


Dari Uraian Muslihan Aulia Haris S.H selaku Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta dan sekaligus selaku Pelapor berharap agar Instansi-Instansi yang berwenang dapat melakukan Investigasi kepada Para Oknum Penyidik yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik karena telah menghentikan Proses Penyelidikan Perkara dimaksud dengan Janggal dan berharap agar Proses Penyelidikan tersebut .bisa di tingkatkan ke Penyidikan dan bisa di serahkan ke kejaksaan, agar Slogan Tagar “#PercumaLaporPolisi “ ataupun Slogan “Kasih Data jadi Perdata, Kasih Dana Baru bisa jadi Pidana”, Atau “Ganti Polisi dengan Satpam BCA” bisa hilang di tengah Masyarakat, sehingga mengembalikan kepercayaan Masyarakat Pada Institusi Kepolisian Republik Indonesia, Selamat HUT Bayangkara Ke 76

Show more
0
4
https://avalanches.com/id/jakarta_introducing_solidus_ai_tech1901767_11_11_2021

INTRODUCING SOLIDUS AI TECH


Solidus AI TECH is introducing its own ERC-20 token (AITECH), that allows its investors to stake their tokens and earn rewards.

Megacorps, Governmental Authorities, SME’s and Professionals requiring Artificial Intelligence services will be able to access discounts on computing power supplied via our Infrastructure-as-a-Service (IaaS) platform when they utilise our AITECH token to purchase services.

#cryptocurrency #solidusaitech #cryptoinvestment #blockchain #investment #cryptocurrencyinvestment #cryptonews #AI


Solidus AI TECH

Solidus AI TECH will be building one of the world’s finest state-of-the-art AI infrastructure data centres, starting in Europe and then expanding globally. These facilities will be offered to Megacorps, Governmental Authorities, SMEs & Professionals in a highly secure manner, enabling them to augment and protect their businesses.


Designed for the future

Solidus are finalising the internal build of their Eco Friendly High Powered Computing (HPC) Data Centre & Infrastructure as a Service’ (IaaS) platform where Governmental Authority’s, Megacorps, SMEs & Professionals will be able to purchase Artificial Intelligence services seamlessly using the worlds first AI utility token (AITECH)

The AI market is expected to grow from $58.3bn in 2021 to $309.6bn by 2026

We have built one of the largest High Powered Computing Data Centres in Europe and the next stage is to purchase and install Artificial Intelligence hardware.


AI TECHL

Launchdate: 01.11.21

Launched by Solidus Technologies est December 2017

Partners: Soft Galaxy, Microsoft & Optoelectronica


AI is at the start of what is predicted to be a huge growth wave so buy AITECH now to stake or hold for the future.


AI IS CHANGING THE WORLD Shaping our future

“AI is going to change the world more than anything in the history of mankind. More than electricity.” - AI oracle and venture capitalist Dr. Kai-Fu Lee, 2018


How AI could change the World in the future:

1. MEDICINE

Instead of taking regular over the counter medicines…Medicine could be tailored to your exact genome. AI algorithms will enable doctors and hospitals to better analyze data and customize their health care to the genes, environment and lifestyle of each patient. From diagnosing brain tumors to deciding which cancer treatment will work best for an individual, AI is positioned to drive the personalized medicine revolution.


2. CYBERSECURITY

AI-based tools look for patterns associated with malicious computer viruses and programs before they can steal massive amounts of information or cause havoc. This should help prevent millions of security breaches each year.


3. VITAL TASKS

AI assistants could help the elderly, mow lawns, keep windows washed, cook, clean and even help with bathing and hygiene. Many other jobs that are repetitive and physical are perfect for AI-based tools. But the AI-assisted work may become critical in dangerous fields like mining, firefighting and handling radioactive materials.


4. TRANSPORTATION

AI may have the biggest impact in the near future via self-driving cars. Autonomous cars are already here, but watch for them to be ubiquitous by 2030. Driverless trains already rule the rails in European cities, and Boeing is building an autonomous jetliner.


A Word On Future Plans

The first stage is to build our AITECH Ecosystem where our AITECH token will be utilised to purchase AI Services via our Infrastructure-as-a-Service (IaaS) platform. Once established we have plans in place to build additional Data Centres in order to scale up our operations.

To put you in the picture, currently there are no European HPC Data Centres in the Global top 10, however there is significant demand in the EU for these services. Our aim is bridge this gap and soon become the largest HPC Organisations in Europe. We will then land ourselves in the top 10 Globally. Moving forward from there we will continue to scale up operations and expand Globally into countries that are significantly lacking in HPC but have high demand and are having to outsource abroad.

Our long-term aim is to become the Global #1 HPC Data Centre which will take a lot of time and effort but we truly believe that we have the team and skills to be able to achieve this as a long term goal.

“Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll land amongst the stars.”


AI TECH Our vision

Solidus AI Tech is a computation network created to distribute computing power to organizations working on complex AI projects requiring high computing power. The greatest need of the hour is computing power and we are aiming to provide Megacorps, Governmental Authorities, SME's and Professionals with unparalleled sources of computing power. We are planning to establish major AI HPC data centres in Bucharest and in the future we plan to build additional data centres across Europe.


Our vision at Solidus is simple yet profound. We want to build truly efficient data centres that can fulfil the desire for computing power in the global market. We will completely transform the way computing activities are managed and performed when combined with scalable tools to assist developers in safely delivering and monetizing their applications. Most importantly, after lowering computation costs, some applications such as CGI Rendering, Scientific Calculation, and Machine Learning will become more accessible. One of our main objectives is to build energy efficient AI HPC data centres.


Solidus AI infrastructure is versatile and has been designed to cater for Megacorps, Governmental Authorities, SME's and Professionals. The program establishes a peer-to-peer network between computers, allowing application administrators and users ("requesters") to access the resources of other users' ("providers") devices. These tools can be used to finish tasks that require varying amounts of computing time and capacity. These services are currently provided by centralised cloud vendors, which are limited by closed networks, centralized payment mechanisms, and aggressively provisioning operations.


Intellectual Property (IP)

Our Research and Development team has a permanent mission to improve efficiency and minimize the power consumption in our data centres operating under ISO 14001:2015. Thanks to their great effort, our existing hardware is running at 40% less power consumption. Our AI hardware will run on the same IP which will make our data centre one of the most eco-friendly in the world.


AI TECH Roadmap

Solidus Technologies was established in December 2017

· Joint Venture partnership agreed with Soft Galaxy International


Engaged with the companies below to help structure the project:

· Pincent Masons Solicitors - SRA 471978 for our legal structure and documentation

· BlueWater Capital - FCA 789335 to Section 21 approve our Information Memorandum

· Talbot Capital – FCA 489839 as our security trustee

· CrossbarFX - FCA 535761 as our receiving agent


We started raising funds in April 2018 which were utilised to mine Ethereum (ETH) whilst securing land and commencing the Data Centre build.


Solidus knew that Ethereum (ETH) would likely become unminable as it becomes proof-of-stake so worked towards a future move into Artificial Intelligence. In March 2020 Covid-19 acted as a catalyst and the demand for AI Services surged. There is a real lack of HPC centres in Europe so we at Solidus will help to bridge this gap. This is our first Data Centre and we intend to scale as we have plans in place to build additional Data Centres in close proximity.


We are launching AITECH to raise funds to go towards completing our AI infrastructure and will then launch our ‘Infrastructure As A Service’ (IAAS) platform where Megacorps, Governmental authorities, SME’s and professionals will be able to easily purchase AI services.

AITECH is a way for AI Services and cryptocurrency to work hand-in-hand and we expect significant demand for our services in the future.

Use link here to Full information:

🌐 Website: http://www.ai-tech.io/

🌐 Twitter: https://twitter.com/AITECHio

🌐 Reddit: https://www.reddit.com/user/AITECHtoken/

🌐 Telegram chat: https://t.me/solidusaichat

🌐 Telegram: https://t.me/solidusaitech

🌐 Facebook: https://www.facebook.com/Solidus-Ai-Tech-100121909056613

🌐 Instagram: https://www.instagram.com/aitechtoken/

🌐 Linkedin: https://www.linkedin.com/groups/12558138/

#cryptocurrency #solidusaitech #cryptoinvestment #blockchain #investment #cryptocurrencyinvestment #cryptonews #AI

Show more
0
56

Tanpa Judul....

Menjadi dewasa sangat sulit, beranjak semakin dewasa semakin banyak yang di khawatirkan, bahkan aku tidak tau kedepan akan seperti apa? semakin aku kejar rasanya semakin jauh, terlalu banyak ekspatasi yang aku buat sendiri tanpa sadar lingkunganku tidak mendukungku.

Selalu bertanya sebenarnya apa yang aku inginkan sampai saat ini aku belum menemukan jawabannya.

Show more
0
17
Other News Indonesia