KISAH CINTAKU YANG BERLIKU:( BERAKHIR I Kota Palembang

KISAH CINTAKU YANG BERLIKU:( BERAKHIR INDAH:)10 tahun putus:(:(:(

tepatnya ,pada28 oktober 2011 saya berkenalan gadis via facebook.kami bertemu .pada saat itu saya meminjam motor honda tiger milik teman saya untuk menemuinya .kamu berjalan menuju ealah satu bioskop di palembang.saya yang sebelumnya belum pernah mengajak wanita kencan ataupun menonton sangat canggung pada saat itu .didalam gedung bioskop ,saya tidak tau harus berkata apa dan melakukan apa.tetapi sang gadis memberi arahan untuk di cumbui .yah apalah daya saya yang pada saat itu masih lugu.tepatnya semester 1 yang berkuliah di jurusan teknik mesin salah satu perguruan tinggi negeri dipalembang dan akhirnya berkelanjutan . hubungan kami semakin dekat .eh iyaa, kami langsung jadian lohhh! .hari trus berganti .saya semakin hari semakin tau apa artinya cinta .kami berjalan bertemu .walaupun jarak yang saya tempuh sekitar 28 km untuk bertemu kekasih . tahun pertama kami lewati ,yang penuh lika liku .saya yang belum pernah pacaran sedekat ini pada saat itu sangat posesif.yahh namanya wanita .cantik banyak yang chatting :D hari trus berlalu saya diliputi rasa cemburu posesif kepada sang kekasih yang saat itu berkuliah di sekolah penerbangan .tepatnya pada 2013 usia jadian kami sudah 2 tahun .sang kekasih yang hanya mengambil d1 penerbangan mencari pekerjaan dan akhirnya kerja di suatu travell di palembang hehe.pada saat ini sang kekasih giat bekerja sedang kan saya baru berada di semester 5 .saya pun sering dibiayai oleh sang kekasih baik masalah perkuliahan ,pakaian , parfum hingga hal terkecil sekalipun.sang kekasih memang pandai mencari uang . singkat cerita langsung saja kepuncak masalah yaaa hehehe.sedih sihh tepatnya ditahun 2017 saya lulus kuliahhh .yeeeeeee happy graduation untuk sayaaaaaaaaaaaaa :D tepatnya di 12 oktober jg di 2017 .mama papa adik pacar semua ikut . disini puncaknyaaaa.kami sekeluarga merayakan kelulusan saya di tahu sumedang tepatnya di kota prabumulih sumatera selatan .senua nampak biasaa .saat itu jg adik saya membawa pacarnyaaa. alangkah terkejut saat kami makan ,ada 2 ekor cicak yg sedang kawin jatuh ditengah tengah saat kami makan. saya langsung cari tau . katanyaa sih pertanda siaalllll . selang beberapa bulan adik saya dan pacar nya putussss .saat itu jg saya sudah bekerja di hti sinarmas.LDR jg sama kekasih hati yg sudah 6 tahun bersama.kejatuhan cicak akhirnya terjawab .percaya atau enggaklah .adik saya malah ditinggal nikah sama pacarnyaaa yg pd saat itu jg di interview sm orang tua pacarnya masalah gaji dia bekerja .ehhh dijawab ny cuma 800 ribuuu.halah hahahahaha ,kan dia kerja di perusahaan bumn di baturaja tepatnya.alangkah kecil hatinya orang tua pacarny itu .yah padahal kan dia main main .akhirnya dia ditinggal deh .padahal sang pacar ini berjuang dari nol sama seperti pacar sayaa hehehe. terjawab sudahhh.saya jg yg pada saat itu ldr tidak merasakan aneh sekalipun ke pujaan hati.selang 3 bulan saya berhenti kerja.betapa terkejutnya saya setelah tau kelakuan pacar saya yang sudah dekat sama tentara dan suka keluar malam . alangkah hancur hati saya ,wanita yang saya banggakan seperti itu.memang sih salah saya .yang tidak jelas kapan mau menikahinyaaaa.seharunya kan dia mikir.saat minta menikah tidak tepat .posisi saya nganggur kokk !!!! hari berganti bulan berjalan akhirnya terjawab sudah mereka berpacaran .alangkah hancur hati saya ya allah .tiap malam menangis menunggu .sampai tiap hari jg saya meminum minuman keras untuk menghilangkan kegalauan sayaaaa .inilah tanda tanda cicak ,jgn sepelekan yaaaa.3 bulan berlalu saya takut menggadapi malam .tiap sore saya kebengkel teman dan meminum minuman keras .saya takut menghadapi kehidupan nyataaa pada saat itu . alangkah teganya kekasih hati yg berjuang tiba tiba pergiiii :( tetapi allah berkehendak lain .saya di undang interview pada perusahaan swasta pada saat itu .saya juga berkenalan dengan mahasiswi kedokteran universitas swasta dipalembang . kami pun berpacaran . disisi lain sang mantan tau hal ini .dia sangat marah dan melaporkan semua kejahatan dan apapun tentang saya ,dan bilang kalau dia yg berjuang untuk saya. saya bersyukur kekasih baru ini tidak sedikitpun terusik ataupun terpengaruh .allah memang baik .dia siapkan jodoh yg lebih baikk .kalau saja kami masih jalan tepat 10 tahun kami jadian .hari ini juli 2021 .saya memberanikan diri melamar sang kekasih yang baru .dan akan melangsung kan pernikahan di awal januari 2022 .banyak sih yg harus saya sampaikan .tapi chat saja yaa hehehehee kalo ygau tau lebih dalam .081278782126 hp /wa.cukup sekian dulu yaaa soalnya saya pengangguran sekarang menjelang pernikahan .aku yakin bakal ada mukjizat allah untuk uang menikah .hal yg didapat ,orang yang benar benar sayang tidak akan pernah pergi dalam keadaan apapun .okay

sekian dulu yaaaaaaaa.makasih!

https://avalanches.com/id/palembang__kisah_cintaku_yang_berliku_berakhir_indah_1899527_07_10_2021
https://avalanches.com/id/palembang__kisah_cintaku_yang_berliku_berakhir_indah_1899527_07_10_2021
1
27
muhammad surya nugraha yang mau membuat buku ataupun novel ataupun film .hubungi saya yaaa ,ini cerita real kehidupan nyata dan ada dokumentasinya.semoga ada yang mau membuatnya menjadi buku .bantu bantu saya buat menikah .wa081278782126
There are no advertisements in the Palembang yet
Other News Palembang
Other News Indonesia

Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta Muslihan Aulia Haris menyatakan Keberatan terkait Pemberhentian Laporan Kepolisian nya di dalam proses Penyelidikan yang di lakukan oleh oknum penyidik Unit 5 Subdit III Sumdaling Ditresskrimsus Polda Metro Jaya yg terlihat Janggal di duga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik Polri


Jakarta, Memperingati HUT Bayangkara ke 76, Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta Muslihan Aulia Haris, SH menyatakan keberatan terkait Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian Nomor LP/6755/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal 13 November 2020 yang dilakukan oleh Oknum Penyidik Unit 5 Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya


Muslihan Aulia Haris berpendapat Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian tersebut terlihat janggal yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik Polri, terlebih di tengah Trending nya Hashtag #PercumaLaporPolisi di Media Sosial yang sampai menempati posisi teratas di indonesia, dan turun nya tingkat kepercayaan Masyarakat terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia, bahkan sampai adanya slogan "Kasih data jadi perdata, kasih Dana baru bisa jadi Pidana ”


Kejanggalan Pemberhentian Penyelidikan tersebut diantaranya sebagai berikut :


1. Penyidik belum melakukan Pemeriksaan kepada Terlapor Utama dengan alasan Kesehatan nya, padahal Pelapor mempunyai bukti bahwa Terlapor Utama tersebut bisa Bepergian menghadiri Kegiatan-kegiatan bahkan keluar Negeri,


2. Penyidik melakukan Pemberhentian Penyelidikan hanya berdasarkan Pendapat Ahli Perburuhan dari Universitas Indonesia semata,


Padahal Sebagaimana ketentuan Pasal 3 Huruf a point (6) Surat Edaran Nomor. /7/VII/2018 Tentang Penghentian Penyelidikan menyatakan bahwa Pendapat ahli tersebut (jika di perlukan);


menurut Pelapor Persfektik seorang Ahli tersebut belum di perlukan dalam perkara dimaksud, karena Pelapor sudah cukup memenuhi dan menyampaikan 2 alat bukti tersebut yaitu Berupa: Keterangan Saksi Korban (Pelapor), surat-surat, keterangan Saksi-saksi (dari Pelapor), petunjuk,


sebagaimana Pasal 25 Ayat (1) dan (2) Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana, bahwa Penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit 2 alat Bukti yang di dukung barang bukti, sesuai Pasal 1 Angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 UU No. 8 Tahun 1981 dan sesuai Pasal 184 Ayat (1) KUHAP, dan sesuai kutipan amar putusan MK No. 21/PUU-XII/2014 Tanggal 28 April 2015,


Terlebih Keterangan ahli bukan lah satu-satu nya yang dapat berdiri sendiri yang dapat menentukan perkara tersebut merupakan Tindak Pidana atau bukan, melainkan harus saling berkaitan dengan alat bukti lain nya,


selain itu Muslihan Aulia Haris selaku Pelapor berpendapat bahwa Persfektif Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut adalah keliru karena tidak berdasarkan Pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, tidak berdasarkan pada teori ataupun dasar hukum yang menjadi rujukan nya, di duga adanya penggiringan Ahli perburuhan, karena Pelapor dengan sangat mudah bisa membantah dan membuktikan dalil-dalil maupun bukti-bukti untuk membantah pendapat Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut,


selain itu Pelapor tidak mengetahui Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia yang dimaksud tersebut, Siapa Ahli Perburuhan yang dimaksud? darimana dan kapan gelar Ahli tersebut didapat? siapa yang memberikan Gelar Ahli tersebut? apa saja yang bisa menunjukan keahlian orang yang dianggap Ahli tersebut? apakah ada karya ilmiah atau buku-buku yang sudah diterbitkan oleh Ahli tersebut sebagai Rujukan? Buku apa, rujukan atau teori darimana, karangan siapa, halaman berapa yang dipakai oleh Ahli tersebut? karena seorang Ahli tidak boleh menggunakan teori baru, apalagi mengeluarkan Pendapat hanya sesaat tergantung kebutuhan, tergantung siapa yang meminta dan siapa yang membayar, Kapan dan dimana Penyidik melakukan Pemeriksaan kepada Ahli Perburuhan tersebut? dan apa saja Format dari Pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik kepada Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut? (tidak Transparan atau Samar),


3.Proses Penyelidikan tersebut berjalan sangat lambat lebih dari 120 Hari dan tidak Transparan karena beberapa kali Pelapor tidak menerima SP2HP yang seharus nya diterima secara berkala paling sedikit 1 kali setiap bulan, baik diminta ataupun tidak diminta, sehingga mengharuskan Pelapor menyampaikan Surat keberatan kepada Direktorat Kriminal Khusus maupun ke Kapolda Metro Jaya, Penyidik beberapa kali menyampaikan keberatan akan surat tersebut dan menyampaikan akan melakukan SP3 Perkara di maksud, dan menyarankan agar Pelapor mau menerima Uang Damai (Pelapor menduga merupakan Upaya Suap) dari Terlapor sebesar 163.934.444, tetapi Pelapor menolak nya,


Dari Uraian Muslihan Aulia Haris S.H selaku Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta dan sekaligus selaku Pelapor berharap agar Instansi-Instansi yang berwenang dapat melakukan Investigasi kepada Para Oknum Penyidik yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik Polri karena telah menghentikan Proses Penyelidikan Perkara dimaksud dengan Janggal dan berharap agar Proses Penyelidikan tersebut bisa di tingkatkan ke Penyidikan dan bisa di serahkan ke kejaksaan, agar Slogan Tagar #PercumaLaporPolisi“ ataupun Slogan *_“Kasih Data jadi Perdata, Kasih Dana Baru bisa jadi Pidana”,Ataupun Sindiran "Ganti Polisi dengan Satpam BCA", bisa hilang di tengah Masyarakat, sehingga mengembalikan kepercayaan Masyarakat Pada Institusi Kepolisian Republik Indonesia, Selamat memperingati HUT Bayangkara RI Ke 76

Show more
0
6
https://avalanches.com/id/jakarta_jakarta_memperingati_hut_bayangkara_ke_76_kepala_divisi_hukum_serika2822042_04_07_2022

Laporan Kepolisian di hentikan Secara Janggal Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta lapor ke Propam Polda Metro Jaya

Jakarta, Memperingati HUT Bayangkara ke 76, Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta Muslihan Aulia Haris, SH membuat Pengaduan ke Bidang Pofesi Pengamanan Polda Metro Jaya (Bid Propam Polda Metro Jaya) terkait keberatan Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian Nomor LP/6755/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal 13 November 2020 yang dilakukan oleh Oknum Penyidik Unit 5 Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya


Selain itu Muslihan Aulia Haris, SH juga sudah membuat Pengaduan ke Kompolnas, Ke Ombudsman Republik Indonesia, Ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ke Kapolri, Ke Kapolda, Kementerian Hukum dan HAM dan lain sebagainya,

Hal tersebut dilakukan karena Muslihan Aulia Haris berpendapat Pemberhentian Penyelidikan Laporan Kepolisian tersebut terlihat janggal yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik, terlebih di tengah Trending nya Hashtag #PercumaLaporPolisi di Media Sosial yang sampai menempati posisi teratas di indonesia, dan turun nya tingkat kepercayaan Masyarakat terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia, bahkan sampai adanya slogan “Kasih data jadi perdata, kasih Dana baru bisa jadi Pidana”,


Kejanggalan Pemberhentian Penyelidikan tersebut diantaranya sebagai berikut :

1.Penyidik belum melakukan Pemeriksaan kepada Terlapor Utama dengan alasan Kesehatan nya, padahal Pelapor mempunyai bukti bahwa Terlapor Utama tersebut bisa Bepergian menghadiri Kegiatan-kegiatan bahkan keluar Negeri,


2.Penyidik melakukan Pemberhentian Penyelidikan hanya berdasarkan Pendapat Ahli Perburuhan dari Universitas Indonesia semata,


Padahal Sebagaimana ketentuan Pasal 3 Huruf a point (6) Surat Edaran Nomor. /7/VII/2018 Tentang Penghentian Penyelidikan menyatakan bahwa Pendapat ahli tersebut (jika di perlukan);


menurut Pelapor Persfektik seorang Ahli tersebut belum di perlukan dalam perkara dimaksud, karena Pelapor sudah cukup memenuhi dan menyampaikan 2 alat bukti tersebut yaitu Berupa: Keterangan Saksi Korban (Pelapor), surat-surat, keterangan Saksi-saksi (dari Pelapor), petunjuk,


sebagaimana Pasal 25 Ayat (1) dan (2) Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana, bahwa Penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit 2 alat Bukti yang di dukung barang bukti, sesuai Pasal 1 Angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 UU No. 8 Tahun 1981 dan sesuai Pasal 184 Ayat (1) KUHAP, dan sesuai kutipan amar putusan MK No. 21/PUU-XII/2014 Tanggal 28 April 2015,


Terlebih Keterangan ahli bukan lah satu-satu nya yang dapat berdiri sendiri yang dapat menentukan perkara tersebut merupakan Tindak Pidana atau bukan, melainkan harus saling berkaitan dengan alat bukti lain nya,


selain itu Muslihan Aulia Haris selaku Pelapor berpendapat bahwa Persfektif Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut adalah keliru karena tidak berdasarkan Pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, tidak berdasarkan pada teori ataupun dasar hukum yang menjadi rujukan nya, di duga adanya penggiringan Ahli perburuhan, karena Pelapor dengan sangat mudah bisa membantah dan membuktikan dalil-dalil maupun bukti-bukti untuk membantah pendapat Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut,


selain itu Pelapor tidak mengetahui Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia yang dimaksud tersebut, Siapa Ahli Perburuhan yang dimaksud? darimana dan kapan gelar Ahli tersebut didapat? siapa yang memberikan Gelar Ahli tersebut? apa saja yang bisa menunjukan keahlian orang yang dianggap Ahli tersebut? apakah ada karya ilmiah atau buku-buku yang sudah diterbitkan oleh Ahli tersebut sebagai Rujukan? Buku apa, rujukan atau teori darimana, karangan siapa, halaman berapa yang dipakai oleh Ahli tersebut? karena seorang Ahli tidak boleh menggunakan teori baru, apalagi mengeluarkan Pendapat hanya sesaat tergantung kebutuhan, tergantung siapa yang meminta dan siapa yang membayar, Kapan dan dimana Penyidik melakukan Pemeriksaan kepada Ahli Perburuhan tersebut? dan apa saja Format dari Pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik kepada Ahli Perburuhan Akademisi dari Universitas Indonesia tersebut? (tidak Transparan atau Samar),


3.Proses Penyelidikan tersebut berjalan sangat lambat lebih dari 120 Hari dan tidak Transparan karena beberapa kali Pelapor tidak menerima SP2HP yang seharus nya diterima secara berkala paling sedikit 1 kali setiap bulan, baik diminta ataupun tidak diminta, sehingga mengharuskan Pelapor menyampaikan Surat keberatan kepada Direktorat Kriminal Khusus maupun ke Kapolda Metro Jaya, Penyidik beberapa kali menyampaikan keberatan akan surat tersebut dan menyampaikan akan melakukan SP3 Perkara di maksud, dan menyarankan agar Pelapor mau menerima Uang Damai (Pelapor menduga merupakan Upaya Suap) dari Terlapor sebesar 163.934.444, tetapi Pelapor menolak nya,


Dari Uraian Muslihan Aulia Haris S.H selaku Kepala Divisi Hukum Serikat Pekerja Transjakarta dan sekaligus selaku Pelapor berharap agar Instansi-Instansi yang berwenang dapat melakukan Investigasi kepada Para Oknum Penyidik yang diduga telah melanggar Hukum, HAM dan Kode Etik karena telah menghentikan Proses Penyelidikan Perkara dimaksud dengan Janggal dan berharap agar Proses Penyelidikan tersebut .bisa di tingkatkan ke Penyidikan dan bisa di serahkan ke kejaksaan, agar Slogan Tagar “#PercumaLaporPolisi “ ataupun Slogan “Kasih Data jadi Perdata, Kasih Dana Baru bisa jadi Pidana”, Atau “Ganti Polisi dengan Satpam BCA” bisa hilang di tengah Masyarakat, sehingga mengembalikan kepercayaan Masyarakat Pada Institusi Kepolisian Republik Indonesia, Selamat HUT Bayangkara Ke 76

Show more
0
4
Other world news
https://avalanches.com/eg/cairo_do_you_toss_and_turn_in_bed_every_night_do_you_watch_the_clock_as_you3188903_22_07_2022

Do you toss and turn in bed every night? Do you watch the clock as your wake-up time mercilessly approaches and only manage to fall asleep at some point in the morning? Have you been counting sheep for hours and still can't sleep?


Everybody sometimes can't fall asleep. The problem is when this condition lasts a long time or recurs frequently.


Professionally, the condition where you cannot fall asleep is called insomnia. It is dangerous and it is not pleasant to play with it. Sleep is vital for a person. A person suffering from insomnia cannot fall asleep or wakes up frequently.

Common symptoms are:


- difficulty falling asleep at night.


- waking up early in the morning without the ability to go back to sleep.


- frequent nighttime awakenings


- night watch, confusion of day and night


Read more at :

https://healthretrival.blogspot.com/2022/07/insomina-sleeping.html

Show more
0
14
https://avalanches.com/eg/cairo_prostate_enlargement_usually_occurs_in_men_with_age_the_enlargement_c3167882_21_07_2022

Prostate enlargement usually occurs in men with age. The enlargement can be benign or malignant.

If classified as benign, the enlarged prostate is called benign prostatic hyperplasia (BPH). As for whether it is malignant, it will lead to prostate cancer.


Although it does not endanger the life of the victim, the complaints that arise due to an enlarged prostate are very disturbing activities.


Some people who have an enlarged prostate will feel dissatisfied when urinating.


Symptoms can include a weak urinary stream, increased frequency of urination, frequent awakenings at night, and an inability to hold back the urge to urinate.


In severe cases, an enlarged prostate can cause urinary retention, which is a condition in which a person is unable to excrete urine that is in the bladder.


To overcome the prostate, whether to surgery? Actually, the action to treat this condition depends on the severity.


The main goal of treating an enlarged prostate is to improve the patient's quality of life. The therapy offered also varies, depending on the severity of the symptoms experienced.


To determine the severity, the doctor will perform a series of tests including:


- International Prostate Symptom Score (IPSS) test score.


- Lab tests, such as urinalysis, prostate- specific antigen (PSA), and kidney function.


- Urophlometry (evaluation of the urine stream), calculation of residual urine.


- Images of the prostate that can be an ultrasound exam.

Read more :


https://healthretrival.blogspot.com/2022/07/dangerous-prostate-size.html

Show more
0
19
https://avalanches.com/za/durban_edk_media_attends_a_film_music_and_dance_workshop_in_umlazi_3131657_20_07_2022
https://avalanches.com/za/durban_edk_media_attends_a_film_music_and_dance_workshop_in_umlazi_3131657_20_07_2022

EDK Media attends a film, music and dance workshop in Umlazi


Ezase Durban Media KZN better known as EDK Media is a Film and TV production company established back in 2011, based in the heart of Durban KwaZulu-Natal. It offers a variety of services including: TV Presenting Training, Photoshoots, TV Shows, Documentaries, Events management and many more.


On Friday the 15th of July 2022, EDK Media production team attended an art workshop in Umlazi, the south eastern part of KwaZulu-Natal which was held in Umlazi Cinema Hall.


The event was solely based on ways that the youth could utilize to venture into the corporate sector and the entertainment industry. The gap has been identified, that the youth is seeking employment rather than self employment. With the unemployment rate at its peak in South Africa, it is crystal clear that having a degree does not automatically translate to employment.


Dignitaries and speakers from different places graced the event with their presence, amongst which Mr Xolani Dlamini, the founder and event organizer of Urban Arts Entertainment attended. Menzi Theo (executive director of EDK Media), Bella Mnyandu and Smangele Sokhela commended the event organizers for pulling off such a great event in such a short space of time.


We still have a long way ahead to ensure that our government is democratically accountable for its people and for the young people to be granted equal opportunity. We're hopeful that events of this nature make a dent.

Show more
0
12